Sabtu, 19 Desember 2009

CANDI PRAMBANAN

Candi Rara Jonggrang atau Lara Jonggrang yang terletak di Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten.

Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya. Tidak lama setelah dibangun, candi ini ditinggalkan dan mulai rusak.

Pada tahun 1733, candi ini ditemukan oleh CA. Lons seorang berkebangsaan Belanda, kemudian pada tahun 1855 Jan Willem IJzerman mulai membersihkan dan memindahkan beberapa batu dan tanah dari bilik candi. beberapa saat kemudian Isaäc Groneman melakukan pembongkaran besar-besaran dan batu-batu candi tersebut ditumpuk secara sembarangan di sepanjang Sungai Opak. Pada tahun 1902-1903, Theodoor van Erp memelihara bagian yang rawan runtuh. Pada tahun 1918-1926, dilanjutkan oleh Jawatan Purbakala (Oudheidkundige Dienst) di bawah P.J. Perquin dengan cara yang lebih metodis dan sistematis, sebagaimana diketahui para pendahulunya melakukan pemindahan dan pembongkaran beribu-ribu batu tanpa memikirkan adanya usaha pemugaran kembali.Pada tahun 1926 dilanjutkan De Haan hingga akhir hayatnya pada tahun 1930. Pada tahun 1931 digantikan oleh Ir. V.R. van Romondt hingga pada tahun 1942 dan kemudian diserahkan kepemimpinan renovasi itu kepada putra Indonesia dan itu berlanjut hingga tahun 1993 [1].

Banyak bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru, karena batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain. Sebuah candi hanya akan direnovasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja.

Sekarang, candi ini adalah sebuah situs yang dilindungi oleh UNESCO mulai tahun 1991. Antara lain hal ini berarti bahwa kompleks ini terlindung dan memiliki status istimewa, misalkan juga dalam situasi peperangan.

Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, tinggi bangunan utama adalah 47m.

Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil atau candi utama dan lebih daripada 250 candi kecil.

Tiga candi utama disebut Trisakti dan dipersembahkan kepada sang hyang Trimurti: Batara Siwa sang Penghancur, Batara Wisnu sang Pemelihara dan Batara Brahma sang Pencipta.

Candi Siwa di tengah-tengah, memuat empat ruangan, satu ruangan di setiap arah mata angin. Sementara yang pertama memuat sebuah arca Batara Siwa setinggi tiga meter, tiga lainnya mengandung arca-arca yang ukuran lebih kecil, yaitu arca Durga, sakti atau istri Batara Siwa, Agastya, gurunya, dan Ganesa, putranya.

Arca Durga juga disebut sebagai Rara atau Lara/Loro Jongrang (dara langsing) oleh penduduk setempat. Untuk lengkapnya bisa melihat di artikel Loro Jonggrang.

Dua candi lainnya dipersembahkan kepada Batara Wisnu, yang menghadap ke arah utara dan satunya dipersembahkan kepada Batara Brahma, yang menghadap ke arah selatan. Selain itu ada beberapa candi kecil lainnya yang dipersembahkan kepada sang lembu Nandini, wahana Batara Siwa, sang Angsa, wahana Batara Brahma, dan sang Garuda, wahana Batara Wisnu.

Lalu relief di sekeliling dua puluh tepi candi menggambarkan wiracarita Ramayana. Versi yang digambarkan di sini berbeda dengan Kakawin Ramayana Jawa Kuna, tetapi mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan melalui tradisi lisan. Selain itu kompleks candi ini dikelilingi oleh lebih dari 250 candi yang ukurannya berbeda-beda dan disebut perwara. Di dalam kompleks candi Prambanan terdapat juga museum yang menyimpan benda sejarah, termasuk batu Lingga batara Siwa, sebagai lambang kesuburun.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/5f/Main_shrine_of_Prambanan_temples.JPG/90px-Main_shrine_of_Prambanan_temples.JPG

Candi utama (Siwa) dari kompleks candi Prambanan


PARIWISATA PANTAI

Pantai Baron

Pantai Baron terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 23km arah selatan kota Wonosari, merupakan pantai pertama yang ditemui dari rangkaian kawasan Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal dan Sundak.

Di pantai ini juga terdapat muara sungai bawah tanah yang bisa digunakan untuk pemandian setelah bermain di laut. Selain itu wisatawan juga dapat menikmati aneka ikan laut segar maupun siap saji, dengan harga terjangkau, termasuk menu khas pantai Baron yaitu Sop Kakap. Pada sisi sebelah timur dapat dicapai melalui jalan setapak yang melingkar terdapat bukit kapur wisatawan bisa beristirahat di gardu pandang, sambil menghirup udara pantai yang menyegarkan. Kurang lebih 10 km kea rah barat dari Pantai Baron terdapat Pantai Parang Racuk dengan bukitnya yang menjulang dan terjal, dengan leluasa dari atas bukit.

Pada setiap bulan Syuro tahun Jawa masyarakat nelayan setempat menyelenggarakan Upacara Sedekah Laut yang merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas panenan ikan yang melimpah dan keselamatan mencari ikan di laut.

Pantai Depok, Menikmati Hidangan Ikan Laut Segar

Di antara pantai-pantai lain di wilayah Bantul, Pantai Depok-lah yang tampak paling dirancang menjadi pusat wisata kuliner menikmati sea food. Di pantai ini, tersedia sejumlah warung makan tradisional yang menjajakan sea food, berderet tak jauh dari bibir pantai. Beberapa warung makan bahkan sengaja dirancang menghadap ke selatan, jadi sambil menikmati hidangan laut, anda bisa melihat pemandangan laut lepas dengan ombaknya yang besar.

Nuansa khas warung makan pesisir dan aktivitas nelayan Pantai Depok telah berkembang sejak 10 tahun lalu. Menurut cerita, sekitar tahun 1997, beberapa nelayan yang berasal dari Cilacap menemukan tempat pendaratan yang memadai di Pantai Depok. Para nelayan itu membawa hasil tangkapan yang cukup banyak sehingga menggugah warga Pantai Depok yang umumnya berprofesi sebagai petani lahan pasir untuk ikut menangkap ikan.

Sejumlah warga pantai pun mulai menjadi "tekong", istilah lokal untuk menyebut pencari ikan. Para tekong melaut dengan bermodal perahu bermotor yang dilengkapi cadik. Kegiatan menangkap ikan dilakukan hampir sepanjang tahun, kecuali pada hari-hari tertentu yang dianggap keramat, yaitu Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Di luar musim paceklik ikan yang berlangsung antara bulan Juni - September, jumlah hasil tangkapan cukup lumayan.

Karena jumlah tangkapan yang cukup besar, maka warga setempat pun membuka Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang kemudian dilengkapi dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) bernama Mina Bahari 45. Tempat pelelangan ikan di pantai ini bahkan menerima setoran ikan yang ditangkap oleh nelayan di pantai-pantai lain. Saat YogYES berkunjung, tempat pelelangan ini tengah ramai dikunjungi oleh para wisatawan.

Seiring makin banyaknya pengunjung pantai yang berjarak 1,5 kilometer dari Parangtritis ini, maka dibukalah warung makan-warung makan sea food. Umumnya, warung makan yang berdiri di pantai ini menawarkan nuansa tradisional. Bangunan warung makan tampak sederhana dengan atap limasan, sementara tempat duduk dirancang lesehan menggunakan tikar dan meja-meja kecil. Meski sederhana, warung makan tampak bersih dan nyaman.

Beragam hidangan sea food bisa dicicipi. Hidangan ikan yang paling populer dan murah adalah ikan cakalang, seharga Rp 8.000,00 per kilogram, setara dengan 5 - 6 ekor ikan. Jenis ikan lain yang bisa dinikmati adalah kakap putih dan kakap merah dengan kisaran harga Rp 17.000,00 - Rp 25.000,00 per kilogram. Jenis ikan yang harganya cukup mahal adalah bawal, seharga Rp 27.000,00 - Rp 60.000 per kilogram. Selain ikan, ada juga kepiting, udang dan cumi-cumi.

Hidangan sea food biasanya dimasak dengan dibakar atau digoreng. Jika ingin memesannya, anda bisa menuju tempat pelelangan ikan untuk memesan ikan atau tangkapan laut yang lain. Setelah itu, anda biasanya akan diantar menuju salah satu warung makan yang ada di pantai itu oleh salah seorang warga. Tak perlu khawatir akan harga mahal, setengah kilo ikan cakalang plus minuman seperti yang YogYES cicipi, hanya dijual Rp 22.000,00 termasuk jasa memasak.

Puas menikmati hidangan sea food, anda bisa keluar pantai dan berbelok ke kanan menuju arah Parangkusumo dan Parangtritis. Di sana, anda akan menjumpai pemandangan alam yang langka dan menakjubkan, yaitu gumuk pasir. Gumuk pasir yang ada di pantai ini adalah satu-satunya di kawasan Asia Tenggara dan merupakan suatu fenomena yang jarang dijumpai di wilayah tropis. Di sini, anda bisa menikmati hamparan pasir luas, bagai di sebuah gurun.

Gumuk pasir yang terdapat di dekat Pantai Depok terbentuk selama ribuan tahun lewat proses yang cukup unik. Dahulu, ada beragam tipe yang terbentuk, yaitu barchan dune, comb dune, parabolic dune dan longitudinal dune. Saat ini hanya beberapa saja yang tedapat, yaitu barchan dan longitudinal. Angin laut dan bukit terjal di sebelah timur menerbangkan pasir hasil aktivitas Merapi yang terendap di dekat sungai menuju daratan, membentuk bukit pasir atau gumuk.

Untuk menikmati hidangan laut sekaligus pemandangan gumuk pasir ini, anda bisa melalui rute yang sama dengan Parangtritis dari Yogyakarta. Setelah sampai di dekat pos retribusi Parangtritis, anda bisa berbelok ke kanan menuju Pantai Depok. Biaya masuk menuju Pantai Depok hanya Rp 4.000,00 untuk dua orang dan satu motor. Bila membawa mobil, anda dikenai biaya Rp 5.000,00 plus biaya perorangan.

lihat petaPantai Glagah, Pemandangan Laguna Hingga Agrowisata

Sebuah dataran pantai yang lapang akan segera menyapa jika berkunjung ke Pantai Glagah. Kelapangan dataran pantai ini memberi anda kesempatan untuk merentangkan pandangan ke seluruh penjuru. Merentang pandangan ke depan, anda bisa melihat garis horizon maha panjang yang mempertemukan langit dan lautan. Sementara keindahan kelokan garis pantai akan memanjakan mata bila mengalihkan pandangan ke barat atau timur.

Dataran pantai yang lapang dan garis pantai yang panjang juga memberikan anda sejumlah lokasi alternatif untuk melihat keindahan pemandangan pantai. Masing-masing lokasi seolah memiliki nuansa yang berbeda walau masih terletak dalam satu kawasan. Di setiap lokasi itu, anda bisa menikmati seluruh keindahan pantai dengan leluasa, sama sekali tak ada karang-karang raksasa yang kadang menghalangi pandangan mata.

Lokasi pertama yang sangat tepat untuk melihat pemandangan pantai adalah sebuah lokasi yang akan dijadikan pelabuhan beberapa tahun ke depan. Anda bisa menjumpainya bila telah sampai di belokan pertama dari pos retribusi, tandanya adalah sebuah plang bertuliskan PP. Pertemuan aliran sungai dengan ombak lautan yang penuh harmoni bisa disaksikan dengan menaiki sebuah gardu pandang yang terdapat di sana.

Sepanjang lokasi pertama hingga beberapa ratus meter ke arah barat, anda bisa menjumpai sebuah laguna dengan aliran air yang menuju ke arah muara sungai. Laguna ini membagi kawasan pantai menjadi dua, lokasi yang masih ditumbuhi oleh beberapa tumbuhan pantai dan rerumputan dan lokasi gundukan pasir yang langsung berbatasan dengan lautan. Anda bisa menyeberang ke lokasi gundukan pasir melewati jalan penghubung yang terletak tak jauh dari muara sungai.

Berjalan lebih ke barat, anda bisa menyaksikan aktivitas warga sekitar dan beberapa wisatawan memancing ikan. Saat YogYES berkunjung, mereka tampak berdiri dan berbaris, berderet mengikuti garis pantai sambil memegang peralatan memancingnya. Daerah pantai yang cukup landai memberi anugerah ikan dalam jumlah yang cukup besar. Sejumlah kios yang menjajakan sea food juga terdapat, menyajikan beragam menu yang pantas untuk dicoba.

Selain pemandangan pantai yang indah, Pantai Glagah juga memiliki beragam fasilitas wisata pantai. Salah satu adalah area motor cross yang terletak persis di pinggir pantai dengan luas yang cukup besar, memberi kepuasan bagi anda penggemar olahraga ini. Sementara itu, jalan beraspal yang menghubungkan pantai Glagah dengan pantai-pantai lain bisa dimanfaatkan sebagai arena olah raga sepeda pantai.

Anda bahkan bisa menikmati fasilitas agrowisata pantai dengan mengunjungi perkebunan Kusumo Wanadri. Di sana, anda bisa mengamati proses budidaya beragam tanaman obat mujarab, seperti buah naga dan bunga roselle. Selain itu, anda juga bisa menyewa gethek, kano dan bebek dayung yang bisa digunakan untuk tur menyusuri laguna atau sekedar menyeberang lewat jembatan kayu menuju lokasi gundukan pasir di tepi pantai.

Lelah berkeliling, anda bisa beristirahat di gubug lesehan dalam kawasan areal perkebunan Kusumo Wanadri. Sejumlah menu makanan dan minuman eksotik pantas untuk dicoba. Anda bisa mencicipi jus buah naga yang menyegarkan dan dikenal mampu menyembuhkan beragam penyakit, atau memesan es sirup bunga roselle yang mampu melepas dahaga sekaligus menetralisir beragam jenis racun dalam tubuh.

Untuk menikmati keseluruhan keindahan pemandangan pantai Glagah, anda bisa melaju melintasi dua alternatif jalan. Pertama, berjalan ke selatan melewati jalan Bantul dan berbelok ke kanan menuju jalur Bantul - Purworejo setelah sampai di Palbapang. Kedua, berjalan ke barat melewati lintasan jalan Yogyakarta - Wates - Purworejo dan berbelok ke kiri setelah menjumpai plang menuju Pantai Glagah. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi untuk lebih mudah mengaksesnya.

Perjalanan ke pantai ini tak sesulit perjalanan menuju pantai di wilayah Gunung Kidul. Jalan-jalan yang dilalui cenderung datar dan tak banyak tanjakan sehingga anda bisa menempuhnya sambil bersantai. Lintasan menuju kota Purworejo itu juga menghubungkan Pantai Glagah dengan pantai-pantai lain di Kabupaten Kulon Progo. Jadi, sekali mengayuh dayung, dua tiga pulau terlampaui, anda bisa mengunjungi pantai-pantai lain setelahnya.

lihat petaParangkusumo, Pantai Cinta di Yogyakarta

Nuansa sakral akan segera terasa sesaat setelah memasuki kompleks Pantai Parangkusumo, pantai yang terletak 30 km dari pusat kota Yogyakarta dan diyakini sebagai pintu gerbang masuk ke istana laut selatan. Wangi kembang setaman akan segera tercium ketika melewati deretan penjual bunga yang dengan mudah dijumpai, berpadu dengan wangi kemenyan yang dibakar sebagai salah satu bahan sesajen. Sebuah nuansa yang jarang ditemui di pantai lain.

Kesakralan semakin terasa ketika anda melihat taburan kembang setaman dan serangkaian sesajen di Batu Cinta yang terletak di dalam Puri Cepuri, tempat Panembahan senopati bertemu dengan Ratu Kidul dan membuat perjanjian. Senopati kala itu duduk bertapa di batu yang berukuran lebih besar di sebelah utara sementara Ratu Kidul menghampiri dan duduk di batu yang lebih kecil di sebelah selatan.

Pertemuan Senopati dengan Ratu Kidul itu mempunyai rangkaian cerita yang unik dan berpengaruh terhadap hubungan Kraton Yogyakarta dengan Kraton Bale Sokodhomas yang dikuasai Ratu Kidul. Semuanya bermula ketika Senopati melakukan tapa ngeli untuk menyempurnakan kesaktian. Sampai di saat tertentu pertapaan, tiba-tiba di pantai terjadi badai, pohon-pohon di tepian tercabut akarnya, air laut mendidih dan ikan-ikan terlempar ke daratan.

Kejadian itu membuat Ratu Kidul menampakkan diri ke permukaan lautan, menemui Senopati dan akhirnya jatuh cinta. Senopati mengungkapkan keinginannya agar dapat memerintah Mataram dan memohon bantuan Ratu Kidul. Sang Ratu akhirnya menyanggupi permintaan itu dengan syarat Senopati dan seluruh keturunannya mau menjadi suami Ratu Kidul. Senopati akhirnya setuju dengan syarat perkawinan itu tidak menghasilkan anak.

Perjanjian itu membuat Kraton Yogyakarta sebagai salah satu pecahan Mataram memiliki hubungan erat dengan istana laut selatan. Buktinya adalah dilaksanakannya upacara labuhan alit setiap tahun sebagai bentuk persembahan. Salah satu bagian dari prosesi labuhan, yaitu penguburan potongan kuku dan rambut serta pakaian Sultan berlangsung dalam areal Puri Cepuri. Anda bisa melihat kalender wisata Yogyakarta di YogYES.COM untuk bisa melihat proses labuhan ini.

Tapa Senopati yang membuahkan hasil juga membuat banyak orang percaya bahwa segala jenis permintaan akan terkabul bila mau memanjatkan permohonan di dekat Batu Cinta. Tak heran, ratusan orang tak terbatas kelas dan agama kerap mendatangi kompleks ini pada hari-hari yang dianggap sakral. Ziarah ke Batu Cinta diyakini juga dapat membantu melepaskan beban berat yang ada pada diri seseorang dan menumbuhkan kembali semangat hidup.

Selain melawati Batu Cinta dan melihat prosesi labuhan, anda juga bisa berkeliling pantai dengan naik kereta kuda. Anda akan diantar menuju setiap sudut Parangkusumo, dari sisi timur ke barat. Sambil naik kereta kuda, anda dapat menikmati pemandangan hempasan ombak besar dan desau angin yang semilir. Ongkos sewa kereta kuda dan kusir sendiri tak terlampau mahal, hanya Rp 20.000,00 untuk sekali keliling.

Bila lelah, Parangkusumo memiliki sejumlah warung yang menjajakan makanan. Banyaknya jumlah peziarah membuat wilayah pantai ini hampir selalu ramai dikunjungi, bahkan hingga malam hari. Cukup banyak pula para peziarah yang menginap di pantai ini untuk memanjatkan doa. Bagi anda yang ingin merasakan pengalaman spiritual di Parangkusumo bisa bergabung dengan para peziarah itu untuk bersama berdoa.

lihat petaParangtritis, Pantai Paling Terkenal di Yogyakarta

Pantai Parangtritis adalah salah satu pantai yang mesti dikunjungi, bukan cuma karena merupakan pantai yang paling populer di Yogyakarta, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan beragam objek wisata lainnya, seperti Kraton Yogyakarta, Pantai Parangkusumo dan kawasan Merapi. Pantai yang terletak 27 kilometer dari pusat kota Yogyakarta ini juga merupakan bagian dari kekuasaan Ratu Kidul.

Penamaan Parangtritis memiliki kesejarahan tersendiri. Konon, seseorang bernama Dipokusumo yang merupakan pelarian dari Kerajaan Majapahit datang ke daerah ini beratus-ratus tahun lalu untuk melakukan semedi. Ketika melihat tetesan-tetesan air yang mengalir dari celah batu karang, ia pun menamai daerah ini menjadi parangtritis, dari kata parang (=batu) dan tumaritis (=tetesan air). Pantai yang terletak di daerah itu pun akhirnya dinamai serupa.

Pantai Parangtritis merupakan pantai yang penuh mitos, diyakini merupakan perwujudan dari kesatuan trimurti yang terdiri dari Gunung Merapi, Kraton Yogyakarta dan Parangtritis. Pantai ini juga diyakini sebagai tempat bertemunya Panembahan Senopati dengan Sunan Kalijaga sesaat setelah selesai menjalani pertapaan. Dalam pertemuan itu, Senopati diingatkan agar tetap rendah hati sebagai penguasa meskipun memiliki kesaktian.

Sejumlah pengalaman wisata bisa dirasakan di pantai ini. Menikmati pemandangan alam tentu menjadi yang paling utama. Pesona alam itu bisa diintip dari berbagai lokasi dan cara sehingga pemandangan yang dilihat lebih bervariasi dan anda pun memiliki pengalaman yang berbeda. Bila anda berdiri di tepian pantainya, pesona alam yang tampak adalah pemandangan laut lepas yang maha luas dengan deburan ombak yang keras serta tebing-tebing tinggi di sebelah timurnya.

Untuk menikmatinya, anda bisa sekedar berjalan dari arah timur ke barat dan memandang ke arah selatan. Selain itu, anda juga bisa menyewa jasa bendi yang akan mengantar anda melewati rute serupa tanpa lelah. Ada pula tawaran menunggang kuda untuk menjelajahi pantai. Biayanya, anda bisa membicarakan dengan para penyewa jasa.

Usai menikmati pemandangan Parangtritis dari tepian pantai, anda bisa menuju arah Gua Langse untuk merasakan pengalaman yang berbeda. Di jalan tanah menuju Gua Langse, anda bisa melihat ke arah barat dan menyaksikan keindahan lain Parangtritis. Gulungan ombak besar yang menuju tepian pantai akan terlihat berwarna perak karena sinar matahari, dan akan berwarna menyerupai emas bila sinar matahari mulai memerah atau menjelang senja. Pemandangan eksotik ini sempat dinikmati YogYES ketika berkunjung beberapa hari lalu.

Puas dengan pemandangan alamnya anda bisa menikmati pengalaman wisata lain dengan menuju tempat-tempat bersejarah yang terdapat di sekitar Pantai Parangtritis. Salah satunya adalah Makam Syeh Bela Belu yang terletak di jalan menuju pantai. Anda bisa naik melalui tangga yang menghubungkan jalan raya dengan bukit tempat makam sakral ini. Umumnya, banyak peziarah datang pada hari Selasa kliwon.

Selesai mengunjungi makam, anda bisa menantang diri untuk menuju Gua Langse, gua yang harus ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 3 km dan melalui tebing setinggi 400 meter dengan sudut kemiringan hampir 900. Untuk memasuki gua yang juga sering disebut sebagai Gua Ratu Kidul ini, anda harus meminta ijin pada juru kuncinya terlebih dahulu. Menurut salah seorang penjaga Pantai Depok yang di waktu mudanya sering menuruni gua, anda bisa melihat pemandangan laut selatan yang lebih indah begitu berhasil memasuki gua.

Pada tanggal 5 bulan 5 dalam penanggalan Cina, anda bisa melihat prosesi upacara Peh Cun di Parangtritis. Peh Cun, berasal dari kata peh yang berarti dayung dan cun yang berarti perahu, merupakan bentuk syukur masyarakat Tioghoa kepada Tuhan. Perayaan ini juga bermaksud mengenang Khut Gwan (Qi Yuan), seorang patriot dan sekaligus menteri pada masa kerajaan yang dikenal loyalitasnya pada raja hingga ia difitnah oleh rekannya dan memilih bunuh diri.

Perayaan Peh Cun di Parangtritis tergolong unik karena tidak diisi dengan atraksi mendayung perahu berhias naga seperti di tempat lain, tetapi dengan atraksi telur berdiri. Atraksi dimulai sekitar pukul 11.00 dan memuncak pada pukul 12.00. Pada tengah hari, menurut kepercayaan, telur bisa berdiri tegak tanpa disangga. Namun, begitu memasuki pukul 13.00, telur akan terjatuh dengan sendirinya dan tak bisa didirikan lagi.

Untuk mencapai Parangtritis, anda bisa memilih dua rute. Pertama, rute Yogyakarta - Imogiri - Siluk - Parangtritis yang menawarkan pemandangan sungai dan bukit karang. Kedua, melewati rute Yogyakarta - Parangtritis yang bisa ditempuh dengan mdah karena jalan yang relatif baik. Disarankan, anda tidak mengenakan baju berwarna hijau untuk menghormati penduduk setempat yang percaya bahwa baju hijau bisa membawa petaka.

Kamis, 17 Desember 2009

Desa Wisata di Jogja

Terletak di Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, � 12 km sebelah barat daya dari Yogyakarta. Terdapt � 400 pengrajin yang bekerja di 14 Sanggar Seni dengan produk atau kerajinan utama, topeng, batik, patung kayu, patung asmat.
Selain itu di dusun ini juga tersedia penginapan berbentuk khas tradisional dalam rangka menarik wisatawan untuk dating dan menginap. Setiap bulan September diadakan Upacara Ritual Bersih Dusun untuk mensyukuri hasil panen masyarakat setempat.

Pucung dikenal sebagai desa perajin patung primitif. Desa tetangga Kasongan ini sangat produktif dengan patung primitive yang terbuat dari kayu mahoni dan jati.
Ide dan desain patung-patung ini bersumber dari pola dan tema tradisional dari berbagai daerah seperti Asmat, Dayak, Aborigin dan sebagainya. Tema ini kemudian dikembangkan menjadi ornament benda fungsional seprti meja sudut, tempat lilin, dan lain-lain, atau berdiri sendiri sebagai elemen estetik.

Pundong merupakan wilayah Kecamatan di Kabupaten Bantul yang memiliki sebuah Desa yang bernama Panjang Rejo. Dusun Panjang Rejo merupakan salah satu Dusun yang memiliki Potensi Industri Kerajinan Grabah dan merupakan mata pencaharian pokok masyarakat setempat dan unik, berupa Aksesoris (Vas Bunga, Asbak, Tempat pensil/lilin, dll) serta berupa mainan dan cindera mata untuk pengantin.

peta kota jogja

Wisata Kuliner Jogja

Makanan Bakpia, bagi masyarakat Jogja memang sudah tidak asing lagi. Makanan khas ini memang sangat lezat dan cocok untuk oleh-oleh. Di Jogja makanan khas ini banyak terdapat di kawasan Pathok, yang berjarak satu kilometer dari Jalan Malioboro. Sejak dulu, daerah Pathok memang dikenal sebagai sentra pusat makanan bakpia ini. Bagi para wisatawan, bakpia ini selalu menjadi oleh-oleh yang tidak terlupakan, sebab selain enak harganya juga terjangkau. Untuk satu kotak rata-rata harganya Rp.10.000 s/d 15.000.

Gudeg adalah Jogja, Jogja adalah gudeg. Dua kata ini nampak seperti kembar siam, sulit dipisahkan. Kalau Anda sejenak berkeliling kota Jogja, akan banyak menemui penjual masakan yang manis ini. Orang Jogja suka menyantap gudeg ini terutama di pagi dan malam hari. Masakan gudeg ada 2 macam, yaitu gudeg basah dan gudeg kering. Gudeg basah , hanya satu kali dimasak dengan direbus hingga habis airnya, Sedangkan gudeg kering , minimal 2 kali memasak hingga benar-benar kering. Gudeg biasanya disajikan dengan sayur daun singkong, ayam , telur, dan krecek pedas (dari bahan kulit sapi). Bahan baku gudeg juga bervariasi. Umumnya gudeg Jogja dibuat dari bahan baku nangka muda. Bahan baku lain adalah rebung (bambu muda) dan manggar (bunga pohon kelapa). Namun jarang orang membuat gudeg dari dua bahan baku ini, karena sulit didapat. Namun ada warung gudeg yang spesialisasi menjual gudeg dari bahan manggar, yaitu GUDEG BU HENDRO. Warungnya dapat ditemukan di jalan Hayam Wuruk, daerah Lempuyangan pada malam hari.

Di pagi hari, tempat menyantap gudeg yang cukup kondang adalah di jalan Wijilan (sebelah timur Kraton), orang sering menyebutnya GUDEG WIJILAN. Di sepanjang jalan ini, setiap pagi berjejer penjual gudeg . Namun di antara banyak penjual gudeg ini, GUDEG YU DJUM yang ramai dikunjungi orang. Selain di Wijilan, Anda dapat mudah menemui penjual gudeg di sudut - sudut jalan kota Jogja.
Di malam hari, penjual gudeg lebih tersebar. Beberapa daerah penjual gudeg yang terkenal adalah di Tugu - Mangkubumi, sepanjang jalan Solo, seputar jalan Brigjen Katamso. Salah satu penjual gudeg malam hari yang cukup terkenal adalah GUDEG PERMATA atau GUDEG BU PUJO. Disebut gudeg Permata, karena letak warung ini persis di sebelah bioskop Permata. Tempat lain yang cukup kondang adalah GUDEG WIROBRAJAN, GUDEG TUGU

Di utara UGM, tepatnya KAMPUNG BAREK, adalah sentra produsen gudeg. Di sini ada belasan rumah yang memproduksi gudeg dan rata-rata mempunyai tempat berjualan di seantero kota Jogja. Beberapa nama gudeg kondang berasal dari kampung ini, antara GUDEG YU DJUM, GUDEG YU GINUK, GUDEG BU AMAD, dll.

Daftar lokasi ayam goreng / bakar terkenal di Jogja:
  • Ayam Goreng Suharti (lihat menu: Akomodasi -> Rastorran
  • Warung Tenda Utara Fak. Kehutanan UGM
  • Warung Tenda Depan Menwa UIN
  • Ninit, Jl. C. Simanjuntak
  • Ayam Goreng Suka - Suka, Jl. Kaliurang Km 6
  • Ayam Goreng Mbok Sabar, Jl. Jagalan


Daftar lokasi penjual Bakso terkenal di Jogja:
  • Bakso Kauman, dekat perempatan Kauman - Gggerjen,
  • Bakso Cak Mahmud, Jl. Kusumanegara
  • Bakso Cak Karno, Pugeran (antara Pojok Beteng Kulon dan Plengkung Gading)
  • Bakso urat Pak Brewok, Jl. AM Sangaji
  • Bakso Urat Pak Tembong, Jl. Juminahan, jagalan
  • Bakso Bakar Malang, Jl. Prof. Yohanes


Daftar penjual ikan goreng / bakar terkenal di Jogja:
  • Moro Lejar, Cangkringan, Sleman
  • Warung Tenda Jalan Kaliurang Km. 4, Kawasan UGM
  • Numani, Jl. Parangtritis (500m Selatan Ring Road Selatan)
  • Ikan bakar, perempatan SGM (Belakang Kebun Binatang Gembiroloko)

Berikut adalah daftar penjual Nasi Goreng dan Mie yang terkenal di Jogja:
  • Nasi Goreng Pak Pele, Pojokan Alun-alun Lor
  • Depan Pasar Kolombo, Jl. Kaliurang Km 7.5
  • Nasi Goreng Batas Kota, Depan Gedung Wanitatama
  • Mie Goreng Depan Kantor Kadin, Depan Bioskop Permata
  • Mie Goreng Terminal Terban
  • Mie Goreng Pak Kribo, Depan Hotel Sri Manganti, Rahayu
  • Nasi Goreng Perumahan Banteng (Jl. Kaliurang)
  • Utara Tugu (Timur jalan dan barat Jalan)
  • Bakmi Mundiyo (Pertigaan Jl. Ibu Ruswo)
  • Bakmi Pak Tris, Jl. Kemetiran Kidul, Ngebuk
  • Doring, perempatan pojok beteng kulon ke Utara.
  • Bakmi Pak Rebo, dekat fotokopi Sambas.
  • Nasi goreng Depan SMA 7
  • Nasi goreng Miroso (Timur Galeria)
  • Wirosaban sebelah Timur perempatan sebelum rumah sakit Wirosaban (Murah dan enak)
  • Nasi Goreng kambing jalan Magelang
  • Mie Jakarta, depan RS. Bethesda, Jl. Sudirman


Daftar lokasi penjuak Sate dan tongseng terkenal di Jogja:
  • Sate Samirono semua cabang (Lihat menu Akomodasi -> Restoran
  • Djono Jogja, Jl. Sagan Baru
  • Mlati (Lapangan Mlati ke Barat)
  • Cak Kowie (Depan Gedung Wanitatama
  • Depan Dolog
  • Sate Sapi Jl. Godean (Depan SPBU)
  • Sate Sapi Kota Gede - Alun-alun Karang, Kotagede
  • Sate Ngaglik (Depan Kantor Kecamatan Ngaglik, Jalan Kaliurang Km. 9
  • Sate Madura Cak Fa�i, Jalan Sultan Agung
  • Pak Udin, depan Pabrik Cerutu Tarumartani
  • Pak Udin, Taman Garuda, seberang Hotel Garuda
  • Sate Pak Amat, Jl. Sultan Agung
  • Sate Padang, depan Hotel Century
  • Lidah Kambing Goreng, Jl. Kaliurang Km 7 - pasar Colombo


Daftar lokasi penjual soto terkenal di Jogja:
  • Soto Sulung Cak H. Kowie, Depan Gedung Wanitatama
  • Soto Sulung Umbulharjo
  • Soto Kudus Mandala Krida
  • Soto Pak Soleh, Jl. Gampingan, Tegal rejo
  • Soto Gamping (Pertigaan Gamping - Ring Road Barat ke Barat
  • Soto Tamansari
  • Soto Sawah (Mirota Godean ke Selatan)
  • Soto Sulung Stasiun Tugu (Soto sulung pertama di Jogja)
  • Soto Pak Marto (Dekat perempatan Tamansari)
  • Soto Pak Tembong, perempatan Apotik Hayam Wuruk (Bausasran)
  • Soto Ayam Pasar Kembang
By : RAKHMAD

Jumat, 27 November 2009

Wisata Pendidikan

TAMAN PINTAR YOGYAKARTA

TAMAN PINTAR YOGYAKARTA

Taman Pintar merupakan alternatif tempat yang bisa dikunjungi sebagai tempat wisata rekreasi maupun edukasi dalam satu lokasi. Taman yang berada di pusat kota, di kawasan Benteng Vredeburg. Taman Pintar memiliki arena bermain sekaligus sarana edukasi yang terbagi dalam beberapa zona. Akses langsung dengan pusat buku eks Shopping Centre juga menambah nilai lebih Taman Pintar. Beberapa tahun ini Taman Pintar menjadi alternatif tempat berwisata bagi masyarakat Yogyakarta maupun luar kota.

Lokasi : Jl. P. Senopati Yogyakarta



MUSEUM BAHARI YOGYAKARTA

MUSEUM BAHARI YOGYAKARTA

Museum Bahari Yogyakarta adalah satu lagi bangunan museum akan dibuka di Jogja. Berbeda dengan museum-museum lain di Jogja yang banyak bersentuhan dengan budaya. Museum ini berada di Jalan Wates, tepatnya di Perempatan Wirobrajan ke barat di sisi Selatan jalan. Museum yang resmi dibuka 25 April 2009 ini didirikan atas prakarsa Paguyuban Tri Sekar Lastari. Paguyuban ini merupakan yayasan yang dibina langsung oleh Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut, Laksamana Madya Yosafat Didik Heru Purnomo. “Pak Didik kebetulan lahir dan besar di daerah ini (Wirobajan,-Red). Beliau menghibahkan tanah beserta bangunan miliknya untuk menaruh koleksi perlengkapan Angkatan Laut untuk kepentingan museum ini,” terang Anto Susilo, staf administrasi umum Museum Bahari Yogyakarta.

Di Museum yang dibangun dengan arsitektur mirip kapal perang ini terdapat beberapa koleksi peralatan tempur TNI AL, mulai dari brevet (tanda kepangkatan), senjata kendali, radar, ranjau laut berbagai ukuran, navigasi kapal, replika kapal perang, torpedo Rusia sepanjang 10 meter, hingga cinderamata Angkatan Laut dari berbagai negara. Koleksi museum ini berasal dari beberapa kota di Indonesia, seperti Surabaya dan Makassar. Sebagian besar merupakan koleksi Pak Didik sendiri yang jumlahnya mencapai 300-an, tutur Anto.

Bagi yang tertarik berkunjung, museum ini buka setiap hari pukul 08.00-16.00



KEBUN PLASMA NUTFAH PISANG

KEBUN PLASMA NUTFAH PISANG

Merupakan salah satu obyek wisata pendidikan yang menyajikan berbagai varietas tanaman pisang yang terdapat di seluruh indonesia maupun manca negara. menenmpati areal seluas 2,5 ha dan berlokasi di bagian selatan Kota Yogyakarta tepatnya di desa Matangan, Umbulharjo, sekitar 8 km dari pusat Kota Yogyakarta. Selain budidaya tanaman pisang terdapat juga laboratorium proses produksi sehingga sangat cocok untuk wisata pendidikan dan penelitian bagi murid-murid sekolah. intuk informasi dapat menghubungu (0274) 3020299.



MUSIUM BATIK DAN SULAMAN

MUSIUM BATIK DAN SULAMAN

Terletak di jalan Dr. Sutomo 13 Yogyakarta. Berdiri pada tanggal 25 mei 1977 dan menempati areal seluas 4010 m2. Koleksi yang dimiliki berupa beraneka ragam kain batik berupa kain panjang, sarung, selendang, tokwi/taplak dan sebagainya dengan motif gaya yogyakarta, surakarta, madura dan tempat-tempat lain di Indonesia. Koleksi lainnya berupa peralatan membatik mualai dari canthing, cap beraneka motif, bahan pewarna dan paraffin(malam). Koleksi batik tertua dibuat pada tahun 1780.. Pengelola museum juga dapat memberikan fasilitas pelatihan (workshop) membatik bagi pengunjung yang mengiginkan.

Sejak pertama kali didirikan, museum ini ingin berusaha melestarikan salah satu seni budaya dalam hal pengelolaan tradisi berpakaian. Selain itu Museum Batik Yogyakarta ingin memberikan gambaran kepada generasi saat ini dan yang akan datang tentang seni budaya bernilai tinggi yang dimiliki bangsa Indonesia, khususnya dalam hal seni budaya batik.

Beberapa koleksinya adalah Kain Panjang Soga Jawa (1950-1960), Kain Panjang Soga Ergan Lama (th tidak tercatat). Sarung Isen-isen Antik (1880-1890), Sarung Isen-isen Antik (kelengan) (1880-1890) dan Sarung Panjang Soga Jawa (1920-1930). Ada yang unik, semua koleksi yang ada dalam museum ini merupakan koleksi yang dimiliki oleh keluarga pendiri Museum Batik Yogyakarta. Walau museum ini memang hampir seluruh koleksinya di dominasi oleh koleksi batik, namun ternyata Museum Batik Yogyakarta juga menyimpan koleksi lain yang tak kalah menarik. Koleksi lain itu adalah sulaman. Biasanya sulaman itu bergambar pahlawan nasional serta pahlawan internasional. Karya sulam acak buah karya ibu dewi nugroho yang berjumlah sekitar 1236 buah

Di Museum Batik Yogyakarta, ada penawaran menarik lainnya bagi pengunjung. Mereka yang ingin belajar membatik bisa mewujudkan keinginannya itu. Pihak museum menyediakan jasa untuk kursus membatik. Jadwal kursus bisa disesuaikan oleh keinginan pengunjung, asal menurut jam kerja dari museum ini. Selain itu, bagi pengunjung yang ingin tertarik untuk memiliki beberapa koleksi yang ada di museum ini. Disediakan pula beberapa koleksi yang siap dibawa pulang.


Setiap harinya, museum ini buka dari hari Senin sampai dengan Sabtu, mulai dari pukul 09.00 - 12.00 WIB dan pukul 13.00 - 15.00 WIB. Sedangkan hari Minggu dan hari besar lainnya, Museum Batik Yogyakarta ikut libur.

Informasi hubungi 0274 562338




MUSEUM BETENG VREDEBURG

MUSEUM BETENG VREDEBURG

Museum yang dahulu merupakan maskas pertahanan Belanda ini dibangun pada tahun 1760 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I atas permintaan Belanda. Tahun 1788 dipugar dan diberi nama Rustenberg yang berarti benteng peristirahatan. Pada tahun 1867 beteng direnovasi kembali akibat gempa bumi dan namanya diubah menjadi Vredeburg yang berarti Benteng perdamaian.

Bangunan yang teletak di jalan Ahmad Yani no 6 yogyakarta ini resmi menjadi museum pada tahun 1992 dengan nama Museum Beteng Yogyakarta. Museum khusus sejarah perjuangan bangsa ini banyak memiliki koleksi baik berupa bengunan kuno (parit, tembok keliling, jembatan, pintu gerbang, bangsal), koleksi rumahtangga, senjata, naskah, pakaian, peralatan dapur, foto lukisan, diorama(sejumlah 55 buah dalam 4 ruang)dan lain-lain. Fasilitas laina yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung dan masyarakat luas seperti : perpustakaan, penginapan, ruang pertemuan dan seminar, ruang pameran(indoor dan out door) temapt parker, mushola dan toilet.

Informasi 0274 586934



ISTANA KEPRESIDENAN GEDUNG AGUNG

ISTANA KEPRESIDENAN GEDUNG AGUNG

Istana Yogyakarta yang dikenal dengan nama Gedung Agung terletak di pusat keramaian kota, tepatnya di ujung selatan Jalan Ahmad Yani dahulu dikenal Jalan Malioboro, jantung ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan istana terletak di Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, dan berada pada ketinggian 120 m dari permukaan laut. Kompleks istana ini menempati lahan seluas 43.585 m².

Gedung utama kompleks istana ini mulai dibangun pada Mei 1824 yang diprakarsai oleh Anthony Hendriks Smissaerat, Residen Yogyakarta ke-18 (1823-1825) yang menghendaki adanya "istana" yang berwibawa bagi residen-residen Belanda sedangkan arsiteknya adalah A. Payen. Karena adanya Perang Diponegoro atau Perang Jawa (1825-1830) pembangunan gedung itu tertunda. Pembangunan tersebut diteruskan setelah perang tersebut berakhir yang selesai pada 1832. Pada 10 Juni 1867, kediaman resmi residen Belanda itu ambruk karena gempa bumi. Bangunan baru pun didirikan dan selesai pada 1869. Bangunan inilah yang menjadi gedung utama komplek Istana Kepresidenan Yogyakarta yang sekarang disebut juga Gedung Negara. Pada 19 Desember 1927, status administratif wilayah Yogyakarta sebagai karesidenan ditingkatkan menjadi provinsi di mana Gubernur menjadi penguasa tertinggi. Dengan demikian gedung utama menjadi kediaman para gubernur Belanda di Yogyakarta sampai masuknya Jepang. Pada 6 Januari 1946, "Kota Gudeg" ini mernjadi ibu kota baru Republik Indonesia yang masih muda dan istana itu berubah menjadi Istana Kepresidenan, tempat tinggal Presiden Soekarno beserta keluarganya, sedangkan Wakil Presiden Mohammad Hatta tinggal di gedung yang sekarang ditempati Korem 072/Pamungkas. Sejak itu Istana Kepresidenan Yogyakarta menjadi saksi peristiwa penting diantaranya pelantikan Jenderal Sudirman sebagai Panglima Besar TNI pada 3 Juni 1947 dan sebagai pucuk pimpinan angkatan perang Republik Indonesia pada 3 Juli 1947. Pada 19 Desember 1948, Yogyakarta diserang oleh tentara Belanda dibawah pimpinan Jenderal Spoor, Presiden, Wakil Presiden dan para pembesar lainnya diasingkan ke luar Jawa dan baru kembali ke Istana Yogyakarta pada 6 Juli 1949. Sejak 28 Desember 1949, yaitu dengan berpindahnya Presiden ke Jakarta, istana ini tidak lagi menjadi tempat tinggal sehari-hari Presiden. Istana Yogyakarta atau Gedung Agung, sama halnya dengan istana Kepresidenan lainnya yaitu sebagai kantor dan kediaman resmi Presiden Republik Indonesia. Selain itu juga sebagai tempat menerima atau menginap tamu-tamu negara. Sejak 17 Agustus 1991, istana ini digunakan sebagai tempat memperingati Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan untuk Daerah Istimewa Yogyakarta dan penyelenggaraan Parade Senja setiap tanggal 17 yang dimulai 17 April 1988.

Kompleks bangunan

Istana Yogyakarta terdiri atas enam bangunan utama yaitu Gedung Agung (gedung utama), Wisma Negara, Wisma Indraphrasta, Wisma Sawojajar, Wisma Bumiretawu dan Wisma Saptapratala. Gedung utama yang selesai dibangun pada 1869 sampai sekarang bentuknya tidak mengalami perubahan. Ruangan utama yang disebut dengan Ruang Garuda berfungsi sebagai ruangan resmi untuk menyambut tamu negara atau tamu agung yang lain. Selain wisma-wisma tersebut sejak 20 September 1995 komplek Seni Sono seluas 5.600 meter persegi, yang terletak di sebelah selatan, yang semula milik Departemen Penerangan, menjadi bagian Istana Kepresidenan ini.

Pintu masuk Gedung Agung dengan patung batunya

Di depan gedung utama, di halaman istana, ada sebuah monumen batu andesit setinggi 3,5 meter yang disebut Dagoba, yang berasal dari Desa Cupuwulatu, di dekat Candi Prambanan.

Saat ini Gedung Agung dapat dikunjungi wisatawan melalui Prosedur administrasi di Sekretariat Negara RI.




MUSEUM PERJUANGAN

MUSEUM PERJUANGAN

Museum ini didirikan dengan tujuan untuk mengenang perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan Penjajahan Belanda. Terletak di JL. Kol Sugiono 24 Yogyakarta dan diresmikan pada tahun 1961. bangunan museum sangat unik bernetuk Ronde Temple yang merypakan perpaduan arsitektur gaya romawi kuno dan timur. Yang secara simbolis mencerminkan tanggal kemerdekaan Bangsa Indonesia 17 agustus 1945. Museum ini mengoleksi benda-benda sejarah perjuangan, seperti: relief, patung, foto dan mejakursi. Jumalh koleksi sekitar 200 buah tentang sejarah perjuangan bangsa indonesia dari tahun 1908-1949

MUSEUM SANDI

Museum Sandi merupakan museum khusus yang menampilkan berbagai jenis koleksi persandian bersejarah, yang berlokasi di dalam bangunan Museum Perjuangan Yogyakarta. Secara fisik, bangunan Museum Perjuangan berbentuk bulat, dengan garis tengah 30 m dan tinggi bangunan 17 m yang terdiri dari dua lantai. Koleksi Museum Sandi menempati areal lantai dasar bangunan, sedangkan lantai teratas bangunan untuk koleksi Museum Perjuangan Yogyakarta. Pada tampak luar, terdapat Sengkalan pada bangunan Museum Perjuangan yang berbunyi “Anggatra Pirantining Kusuma Negara”.

KOLEKSI MUSEUM SANDI
Koleksi Museum
Sandi menampilkan alur cerita persandian yang terbagi menjadi 4 (empat) segmen yaitu:

  1. Sejarah kegiatan persandian, dalam lingkup sejarah Indonesia dan dunia, termasuk pada masa merebut dan mempertahankan Kemerdekaan RI.

  2. Sejarah perkembangan ilmu persandian, dibagi menjadi 2 (dua) yaitu sistem kriptografi klasik, seperti Caesar Cipher, Alberti Disc, Cardan Grille, Vigenere dan lainnya dan sistem kriptografi modern, seperti algoritma DES, Pertukaran Kunci Diffie Hillman, RSA dan Rijndael (AES).

  3. Sejarah peralatan sandi, meliputi peralatan-peralatan sandi karya mandiri (Indonesia) dan luar negeri yang pernah digunakan dalam sejarah kegiatan persandian.

  4. Permainan kripto (cryptogame), yang akan menampilkan permainan menarik seputar sandi menyandi melalui teknologi audio visual.

Berbagai koleksi yang dipamerkan tersebut terdiri dari :

  1. Barang asli atau replika berupa mesin/peralatan sandi, meubeler, tag, sepeda, patung/manekin, etalase (barang keseharian pelaku sejarah sandi), slide sistem dan system-sistem sandi lainnya dan sebagainya.

  2. Dokumen berupa buku kode, lembaran kertas dan sebagainya.

  3. Gambar-gambar berupa foto, peta (napak tilas sandi), lukisan (kegiatan sandi di perundingan) dan sebagainya.

  4. Diorama berupa suasana di pedukuhan dukuh, kegiatan kurir sandi dan lainnya.

  5. Teknologi Multimedia (TouchScreen)

    FASILITAS MUSEUM SANDI

    Museum Sandi menyediakan berbagai fasilitas, antara lain :

  1. Pusat Informasi, di ruang ini pengunjung mendapat informasi (gambaran) awal tentang apa yang dapat dilihat dan lakukan di museum. Informasi yang tersedia antara lain alur cerita persandian, tayangan multimedia tentang museum, dan denah museum.
  2. Ruang Pameran, merupakan ruangan yang disusun berurutan mengikuti pola alur pengisahan yang telah ditentukan. Ruang pamer ini merupakan bagian utama dan penting dari Museum Sandi. Ruang pamer ini dibagi menjadi beberapa counter yang dilengkapi fasilitas pameran yang bentuk, jenis dan materinya disesuaikan dengan tema cerita yang disajikan. Ruang pamer ini menyajikan tampilan yang relatif permanen.
  3. Ruang/Counter Multimedia, untuk menayangkan film atau animasi yang berkaitan dengan kegiatan sandi atau ilmu sandi. Pada ruang ini juga disediakan suatu sarana permainan yaitu cryptogame bagi pengunjung.
  4. Ruang Penyimpanan dan Perawatan Koleksi, yaitu ruang untuk menyimpan koleksi museum yang tidak di pamerkan dan sekaligus juga sebagai tempat untuk melakukan perawatan koleksi. Ruang ini didesain untuk kemudahan penyimpanan maupun pencarian koleksi dengan fasilitas rak-rak penyimpanan yang sistematis dan hemat ruang.
  5. Ruang Pengelola/Administrasi Museum, dibutuhkan sebagai sarana penunjang penyelenggaraan museum

Museum Perjuangan Brontokusuman
Jl. Kolonel Sugiyono, No 24
Yogyakarta

Buka setiap hari Senin s/d Jum’at pukul 09.00 - 15.00
(Hari Sabtu dan Minggu libur)



MUSEUM SONOBUDOYO

MUSEUM SONOBUDOYO

Museum Sono Budoyo terletak di Jl. trikota no 6 alaun-alun uatara Yogyakarta. Diresmikan tanggal 6 nopember 19 oleh Sultan Hamengku Buwono VII. Peresmiannya ditandai dengan Candrasengkala “Kayu Winayang Ing Brahma Buddha”. Koleksi museum berjumlah kurang lebih 43.263 buah.

Sampai saat ini Museum Sonobudoyo memiliki 42.698 buah koleksi yang dibagi menjadi 10 kategori, yaitu: koleksi geologi, biologi, etnografi, arkeologika, historika, numismatika, filologika, keramologi, seni rupa, dan teknologika.


Benda-benda koleksi Museum Sonobudoyo itu ada yang dipamerkan di luar dan di dalam gedung. Koleksi yang dipamerkan di luar gedung museum umumnya terbuat dari batu yang relatif tahan terhadap cuaca, yang terdiri dari berbagai macam patung dari zaman kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa Tengah dan Jawa Timur, benda-benda kelengkapan upacara, serta bagian dan hiasan candi.

Sedangkan, benda-benda yang dipamerkan di dalam museum adalah benda-benda yang peka terhadap pengaruh cuaca, kotoran, cahaya dan bahkan serangga. Benda-benda itu umumnya dimasukkan ke dalam vitirin, guna melindunginya dari proses kerusakan. Benda-benda yang dipamerkan di dalam museum diantaranya adalah: (1) berbagai macam hasil karya seni yang terbuat dari kayu dan bambu, seperti topeng Jawa dan Bali, wayang golek, puluhan model perahu serta tandu (jempono) yang diantaranya adalah tandu lawak dari zaman Sultan Hamengku Buwono I, tandu Kyai Kudus, Kyai Purbonegoro, dan Kyai Wegono Putro; (2) berbagai macam jenis batik beserta peralatan pembuatnya; dan (3) benda-benda yang terbuat dari perunggu, emas, perak dan besi seperti, patung kuwera, genta dari Kalasan, lampu gantung berbentuk kenari serta seperangkat gamela Jawa dan Cirebon serta senjata (mandau, rencong dan keris). Sebagai catatan, Museum Sonobudoyo menyimpan sekitar 1200-an koleksi keris yang sebagian besar merupakan sumbangan dari Java Institut dan sebuah wesi buddha, yang merupakan bahan baku pembuat keris yang digunakan sekitar tahun 700 Masehi.


Sebagai catatan pula, selain sebagai tempat untuk memamerkan benda-benda sejarah dan purbakala, Museum Negeri Sonobudoyo juga dilengkapi dengan dengan auditorium, laboratorium, preparasi, kantor dan perpustakaan dengan puluhan ribu judul buku, khususnya terbitan sebelum Perang Dunia II dalam berbagai bahasa. Di samping itu dapat pula dijumpai manuskrip (naskah tulisan tangan) berhuruf Jawa dan Arab.

Fasilitas pendukung anatara lain perpustakaan, gedung pertemuan, pergelaran wayang kulit durasi singkat setiap malam, tempat parkir kendaraan dan toilet.

Informasi hubungi 0274 385664

Museum Sonobudoyo unit II

Diresmikan pada tanggal 28 oktober 1998 yang merupakan perluasan ruang pamer Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Terletak di jalan wijilan dan menempati bangunan bekas tempat tinggal GKR, Condrokirono isteri KPH. Danurejo VII patih terakhir kraton Yogyakarta. Wujud koleksi Museum Sono budoyo unit II dalem Cokrokiranan merupakan visualisasi etnographi Daerah Istimewa Yogyakarta. Museumj ini dilengkapai gedung pertemuan, mushola dan tempat parkir.

Informasi hubungi 0274 373617.


MUSEUM BIOLOGI

MUSEUM BIOLOGI

Museum yang dikelola Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada terletak di jalan sultan Agung no 22 Yogyakarta. Museum ini diresmikan pada tanggal 20september 1968 dan dibuka untuk umum mulai 1 januari 1970. Dengan jumlah koleksi yang mecapai 3.752 buah dalambentuk awetan kering, awetan basah kerangka dan fosil. Jenis koleksinya berupa koleksi binatang dan tumbuhan serta fosil. Koleksi ini bersasal dari dalam dan luar negri dan merupakan sumbangan dari berbagai pihak.

Informasi hubungi 0274 384113


By ; Rakhmad

Senin, 23 November 2009

TOURISM OBJECTS (Yogyakarta)

Candi, Peninggalan Kerajaan-Kerajaan Agung Abad ke-8 dan 9


Ada dua jenis candi di Indonesia, candi Hindu dan candi Budha. Sebagian besar candi-candi di Yogyakarta merupakan peninggalan kerajaan-kerajaan agung di abad ke-8 dan 9
*) Borobudur, Candi Budha Terbesar di Abad ke-9
*) Membaca Pesan dari Nirwana di Candi Gampingan
*) Candi Gebang
*) Candi Ijo, Candi yang Letaknya Tertinggi di Yogyakarta
*) Mengungkap Teka-Teki Bendungan Kuno di Sekitar Candi Kedulan
*) Candi Mendut
*) Candi Pawon
*) Candi Plaosan, Candi Kembar di Yogyakarta
*) Prambanan, Candi Hindu Tercantik di Dunia
*) 21 Tahun Merangkai "Puzzle" Candi Sambisari
*) Candi Tara, Peninggalan Budha Tertua di Yogyakarta


Tempat-tempat menarik


Tempat-tempat menarik di Jogja memberikan pengalaman yang tak ternilai. Didalamnya tercermin gambaran kehidupan masyarakat Jogja yang ramah, guyub, dan berbudaya.
*)Agrowisata Turi, Menikmati Salak Pondoh di Taman Buah
*)Alun-Alun Kidul Yogyakarta, Mencari Ketenangan Hati dan Berkah
*)Menapaki Istana Pertama Ngayogyakarta Hadiningrat
*)Angkringan Lik Man, Menikmati Malam di Yogyakarta bersama Kopi Joss
*)Adisutijpto, Bandara Internasional di Yogyakarta
*)Beringharjo, Pasar Tradisional Terlengkap di Yogyakarta
*)Bintaran, dari Kediaman Pangeran Bintoro ke Kawasan Indisch
*)"Matahari" dalam Senjakala Bioskop Permata
*)Banyusumurup, Desa Kerajinan Aksesoris Keris
*)Kampung Serangan, Mengunjungi Kediaman Para Penatah Keris
*)Pasar Gabusan, Surga Kerajinan Bantul
*)Cerita Mural di Perempatan Galeria
*)Gereja Ganjuran, Bertemu Yesus dalam Wajah Jawa
*)Pesanggrahan Gua Siluman Yang Misterius
*)Kaliurang, Plesir ala Nyonya dan Meneer
*)Kasongan, Memburu Keramik di Pemukiman Kundi
*)Kampung Kauman, Pesona Perjuangan Islam
*)Kotabaru, Jelajah ke Kota Taman Tua
*)Kotagede, Menikmati Pesona Kota Tua
*)Kraton Yogyakarta, Pusat Jagad Raya
*)Taman Mural di Kolong Jembatan Layang Lempuyangan
*)Loji-Loji, Kawasan Indisch Pertama di Yogyakarta
*)Malioboro, Bernostalgia di Surga Cinderamata
*)Masjid Kotagede, Masjid Tertua di Yogyakarta
*)Dusun Mlangi, Wisata Religius Islami
*)Ngasem, Pasar Burung Tertua di Yogyakarta
*)Pabrik Tegel Kunci, Mengenal Produksi Ubin-Ubin Klasik
*)Panggung Krapyak, Tempat Raja-Raja Berburu
*)Pasar Klithikan Yogyakarta, Berburu Barang Bekas dan Unik
*)Pabrik Cerutu Taru Martani, Legenda Cigar van Java
*)Pecinan Yogyakarta, Kawasan Dagang Bersejarah
*)Pabrik Gula Madukismo dan Besi Jembatan Sungai Kwai di Thailand
*)Prawirotaman, Kampung Batik dan Penginapan Yang Mendunia
*)Puncak Suroloyo, Meneropong Borobudur dari Pertapaan Sultan Agung
*)Istana Ratu Boko, Kemegahan di Bukit Penuh Kedamaian
*)"Berpetualang" Menyusuri Selokan Mataram
*)Sendang Sono, Lourdes-nya Indonesia
*)Sendang Sriningsih, Perantara Rahmat Tuhan
*)Sosrokusuman, dari Penginapan Murah hingga Wayang Kancil
*)Sosrowijayan, Kampung Turis di Pusat Kota Yogyakarta
*)Stasiun Tugu, Salah Satu Pemberhentian Kereta Tertua di Indonesia
*)Tamansari (Taman Sari)
*)Giwangan, Terminal Tipe A Terbesar di Indonesia
*)WANAGAMA, Sepenggal Kisah Reboisasi Hingga Pohon Jati Pangeran Charles
*)Pesanggrahan Warungboto dan Pesona Taman Air Abad 19

Pantai-Pantai Alami di Yogyakarta


Di sebelah selatan Yogyakarta, anda akan menjumpai banyak pantai. Pantai yang terdekat adalah Parangtritis. Ada pula pantai-pantai yang alami di wilayah Gunung Kidul, seperti Krakal, Baron, Wedi Ombo, dll.
*)Pantai Baron
*)Pantai Congot, Nuansa Khas Pantai Nelayan
*)Pantai Depok, Menikmati Hidangan Ikan Laut Segar
*)Pantai Drini
*)Pantai Glagah, Pemandangan Laguna Hingga Agrowisata
*)Pantai Krakal
*)Pantai Kukup
*)Pantai Ngobaran, dari Pura hingga Landak Laut Goreng
*)Pantai Ngrenehan
*)Parangkusumo, Pantai Cinta di Yogyakarta
*)Parangtritis, Pantai Paling Terkenal di Yogyakarta
*)Pantai Sadeng, Mengunjungi Muara Bengawan Solo Purba
*)Sepanjang, si Pantai Kuta Tempo Doeloe
*)Pantai Siung, Memiliki 250 Jalur Panjat Tebing
*)Pantai Sundak, Perkelahian Asu dan Landak yang Menuai Berkah
*)Pantai Trisik, Menikmati Suasana Pedesaan Pesisir
*)Pantai Wediombo, Memancing Ikan dari Bukit Karang

Museum dan Monumen di Yogyakarta


Museum-museum di Jogja menyimpan bukti sejarah perjalanan budaya Jawa. Tak hanya itu, bukti-bukti sejarah nasional juga menjadi lambang kegagahan dan patriotisme bangsa Indonesia.
*)Museum Affandi, Mengunjungi Istana Sang Maestro
*)Museum Kekayon, Memutar Rekaman Sejarah Indonesia
*)Monumen Yogya Kembali, Jejak Peristiwa Enam Jam di Yogyakarta
*)Museum Kapal Samudraraksa
*)Sasana Wiratama, Mengenang Perjuangan Pangeran Diponegoro
*)Museum Sasmitaloka, Mengunjungi Kediaman Sang Guru
*)Museum Sonobudoyo, Menikmati Koleksi Keris Nusantara
*)Tugu Jogja, Landmark Kota Jogja yang Paling Terkenal


By ; Rakhmad

Kilasan